PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA

PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA

PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA
  1. PENDAHULUAN
Dunia pendidikan di indonesia khususnya, dan dunia Islam pada umumnya masih di hadapkan pada persoalan, mulai dari rumusan, tujuan pendidikan yang kurang sejalan dengan tuntutan masyarakat, sampai kepada persoalan guru, metode, kurikulum dan lain sebagainya.
Di kalangan para ahli masih terdapat perbedaan mengenai pemakaian istilah tujuan, hasan langgulung misalnya mengatakan bahwa istilah tujuan itu sendiri banyak di campur baurkan pengguanaannya dengan istilah maksud. Kadang-kadang tampak berbeda, dan kadang- kadang tampak serupa. Namun demikian, pada akhirnya ia menganggap bahwa kedua istilah itu mempunyai arti yang sama.
Pendidikan Islam dengan pendidikan nasional merupakan sebuah system pendidikan yang sangat baik. Karena di dalam pendidikan Islam maupun pendidikan nasional terdapat beberapa metode yang berkaitan dengan masalah dunia pendidikan. Apabilah seseorang dengan baik melakukan metode-metode tersebut maka orang tersebut akan menjadi orang yang berguna bagi Agama dan bangsa.
Membahas masalah konsepsi pendidikan Islam dalam langkah pendidikan nasional, harus dimulai dari konsep manusia secara integral dan utuh. Ketepatan mengkaji dan merumuskan masalah ini akn memerlukan landasan yang kuat dan tetap untuk mebahas masalah filsafat, dasar dan tujuan pendidikan, yang selanjutnya di jadikan pangkal tolak dalam menyatukan dan mengkaitkan hubungan, sebagai bagian integral dari mata rantai dalam kesatuan system pendidikan nasional.

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa Pengertian Tujuan Pendidikan Nasional?
    2. Apa Pengertian Filsafat Pendidikan Islam?
    3. Bagaimana Perkembangan Pendidikan Nasional dan Pendidikan Islam di Indonesia
    4. Bagaimana Pemikiran Pendidikan Islam terhadap Tujuan Pendidikan Nasional di Indonesia

  1. PEMBAHASAN

    1. Pengertian Tujuan Pendidikan Nasional

Secara bahasa tujuan adalah arah, haluan, jurusan, maksud. Sedangkan Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita ini, diperlukan perjuangan seluruh lapisan masyarakat.
Jadi dapat diambil pengertian bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.[1]
Dalam skala yang lebih besar pendidikan diatur oleh Pemerintah baik sistem maupun managemennya. Di Indonesia berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk brkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[2]
  1. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat menurut Sutan Zanti Arbi berasal dari bahasa Yunani kuno Philosophia yang secara harfiah bermakna “kecintaan akan kearifan”. Makna kearifan melebihi dari pengetahuan, karena kearifan mengharuskan adanya pengetahuan dan dalam kearifan terdapat ketajaman dan kedalaman. Sedangkan menurut John S. Brubacher, Filsafat berasal dari kata Yunani yaitu Filos dan Sofia yang berarti “cinta kebijakan dan Ilmu pengetahuan”. Secara istilah menurut Hasbullah Bakry filsafat adalah Ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mengetahui pengetahuan itu.[3]

Sedangkan Pendidikan adalah suatu ikhtiar atau usaha manusia dewasa untuk mendewasakan peserta didik agar menjadi manusia mandiri dan bertanggung jawab baik terhadap dirinya maupun segala sesuatu diluar dirinya, orang lain, hewan dan sebagainya. Adapun kata Islam menurut Harun Nasution adalah Agama yang ajaran-ajarannya di wahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad sebagai Rasul. Islam adalah agama yang seluruh ajarannya bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam rangka mengatur dan menuntun kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam semesta.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Filsafat Pendidikan Islam adalah suatu aktifitas berfikir menyeluruh dan mendalam dalam rangka merumuskan konsep, menyelenggarakan dan mengatasi berbagai problem pendidikan Islam dengan mengkaji makna dan nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dari sisi lain, Filsafat Pendidikan Islam diartikan sebagai Ilmu pengetahuan yang mengkaji secara menyeluruh dan mendalam kandungan makna dan nilai-nilai Al-Qur’an dan Al-Hadits guna merumuskan konsep dasar penyelenggaraan bimbingan, arahan dan pembinaan peserta didik agar menjadi manusia dewasa sesuai tuntunan ajaran Islam.[4]
  1. Perkembangan Pendidikan Nasional dan Pendidikan Islam di Indonesia
    1. Perkembangan pendidikan nasional Indonesia
Perkembangan pendidikan nasional Indonesia akhir abad XX memberi peluang bagus terhadap pendidikan Islam. Hal ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu filsafat pendidikan dan praktek pendidikan. Corak filsafat pendidikan nasional mengalami tiga tahap perubahan penting, yakni:
  1. Sebelum kemerdekaan, corak pendidikan Indonesia bersifat rasialisme dan kolonialime
  2. Pasca kemerdekaan, pendidikan nasional bersifat humanisme kultural/sekular
  3. Era orde baru ke era tinggal landas warna pendidikan nasional bersifat humanisme teistik
Sedangkan dalam raktek pendidikan, keuntungan pendidikan Islam adalah:
  1. Tujuan pendidikan nasiona untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Eksistensi kurikulum pendidikan agama dalam pendidikan formal semakin mantap
  3. Eksistensi pendidikan agama dalam pendidikan informal, ditegaskan dalam UUSPN
  4. Eksistensi lembaga pendidikan keagamaan diakui sama dengan jenis pendidikan lainnya

Referensi : gurupendidikan.co.id

This article was written by sucx3