Kemendikbud bantah kurikulum 2013 tak jelas

Kemendikbud bantah kurikulum 2013 tak jelas

Kemendikbud bantah kurikulum 2013 tak jelas
Kemendikbud bantah kurikulum 2013 tak jelas

Sejumlah kalangan akademisi menolak kurikulum tahun 2013

, karena dianggap tak jelas. Namun hal itu dibantah oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso.

Djoko mengatakan, kurikulum tersebut dibuat untuk pendidikan dasar dan menengah. Sebelum mengubah konsep. Katanya, pihaknya mendefinisikan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) terlebih dahulu.

“Kita mengubah konsep dari kurikulum sendiri, yang pertama kali mendefinisikan SKL-nya

dulu seperti apa, lalu dirumuskan mata pelajarannya bagaimana, ini yang beda dengan yang dulu,” jelasnya kepada wartawan di Balairung Kampus UI, Depok, Selasa (08/1/2013).

Tahun 2013, lanjutnya, kurikulum yang ada berubah menjadi kurikulum berfikir.

Siswa dituntut untuk melakukan observasi, pengamatan, mencatat, menganalisis, dan pelaporan.

“Sebelumnya belum seperti itu, itu konsep dasar. Lalu mata kuliahnya, bahannya tetap saja seperti itu hanya menyusunnya yang beda,” paparnya.

Djoko mengaku hal itu sudah diuji dan disosialisasikan kepada publik. Salah satunya yakni, dengan meringankan siswa hanya membawa satu buku paket lengkap seluruh pelajaran ke sekolah.

Dulu kan pakai teks book, sekarang juga tetap teks book. Tapi pakai buku babon, yang sebelumnya gotong ransel berat bawa banyak buku, nanti bawa satu buku sudah mencakup semua. Semuanya jelas kok, jangan ditolak uji publiknya sudah kita lakukan,” tegasnya.
(mhd)

 

Baca Juga :

 

 

 

This article was written by sucx3