Pelajar Indonesia Raih Film Pendek Terbaik di Tunisia

Pelajar Indonesia Raih Film Pendek Terbaik di Tunisia

Pelajar Indonesia Raih Film Pendek Terbaik di Tunisia
Pelajar Indonesia Raih Film Pendek Terbaik di Tunisia

Hadzari, sebuah film pendek berdurasi dua menit 44 detik

yang merupakan karya audiovisual dari sineas muda Indonesia, Irhamni Rofiun berhasil menjadi film terbaik dalam ajang Festival Film Pendek tingkat Pelajar Internasional yang pertama di Nabeul, Tunisia.

Film yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Waspada tersebut berhasil menjadi satu-satunya film yang diputar pada malam penganugerahan, Minggu malam (9/7).

Selain itu, Indonesia juga berhasil memborong banyak penghargaan, di antaranya Best Soundtrack dalam film Silat, Taufik Imron sebagai aktor favorit dalam film Hadzari, dan film Silat sebagai film favorit pilihan hadirin panitia dan peserta.

Menurut pengakuan Irhamni Rofiun, yang juga menjadi sutradara

dalam film Silat tersebut, ketika dirinya tiga kali maju untuk mengambil penghargaan di panggung utama, pemanggilan ketiga pemberian penghargaan sebagai sutradara dalam film Silat, dia sempat tidak percaya dan terharu sekaligus bangga karena nama Indonesia kembali harum.

’’Film Silat tersebut banyak melibatkan banyak orang dan pendukung, di antaranya tim dan pemain yang tergabung dalam organisasi induk PPI Tunisia, anak-anak dari staf KBRI dan Medco Energi, serta yang paling mendukung penuh adalah KBRI Tunis sebagai sponsor tunggal,’’ papar Irhammi yang merupakan mahasiswa studi pascasarjana di Universitas Ezzitouna, Tunisia tersebut.

Kompetisi film pendek ini diikuti oleh 600 karya dari 125 negara

dari 3 jenis kategori: Fiksi, dokumenter dan animasi. Kebanyakan mereka adalah para pelajar atau mahasiswa yang bergelut dalam dunia sinematografi dan perfilman.

Bahkan ada yang sudah biasa mengikuti festival film pendek di Cannes, Prancis, Toronto, USA, dan lainnya. Hanya 27 karya film pendek dari 20 negara di antaranya, Indonesia, Palestina, Turki, Syria, Aljazair, Jordania, Lebanon, Irak, Mesir, Iran, Malaysia, USA, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Tiongkok, Thailand, Norwegia dan tuan rumah Tunisia.

 

Sumber :

https://www.thecontentscoop.com/technology-reshaping-indonesian-education/

This article was written by sucx3