Persekutuan Jailolo-Spanyol

Table of Contents

Persekutuan Jailolo-Spanyol

Pada th. 1521, ketika sisa-sisa armada Magella berhasil menggapai Tidore, Jailolo sudah menjalin interaksi persahabatan bersama dengan Spanyol untuk mampu hadapi Ternate yang bersekutu bersama dengan Portugis.

Jailolo benar-benar menantikan dan meminta akan kunjungan orang-orang Spanyol ke kerajaannya. Pada tanggal 1 Maret 1534, nampaknya secara sengaja Sultan Jailolo Zainal Abidin Syah, berupaya memancing perhatian Raja Spanyol Charles V bersama dengan memberi layanan yang baik kepada orang-orang Spanyol.

Ia pun membuktikan bahwa kala ekspedisi Spanyol sebelumnya, ayahnya Sultan Jusuf, sudah menawarkan perihal yang sama. Namun tawaran itu tidak mendapat respon. Sebab itu, sekali ulang ia mencoba untuk mengulangi tawaran yang sama bersama dengan harapan akan beroleh tanggapan Spanyol di masa depan.

Tahun 1527, Raja Muda Spanyol di Mexico, Herman Cortes ditugaskan mengirimkan sebuah armada Spanyol ke kepulauan rempah-rempah untuk mampu mendukung orang-orang Looysa yang sudah kala itu sudah berada di Tidore.

Armada itu bertolak berasal dari Spanyol baru (sebutan untuk Mexico terhadap kala itu) terhadap tanggal 31 Oktober 1527, bersama dengan beranggotakan 3 kapal di bawah pimpinan oleh Alvares de Saavedra, perlu diketahui bahwa ia adalah sepupu Cortes.

Dan salah satu ketiga kapal tersebut satu di antaranya bernama Florida, yang membawa 450 tentara Spanyol lengkap bersama dengan persenjataannya. Di kala Florida dan ke dua kapal lainnya sudah tiba di Tidore, nampaknya orang-orang Portugis dan pasukan Kerajaan Ternatee yang berkekuatan 1000 orang, yang dipimpin Don Jorge de Menezes dan Taruwese, jalankan penyerbuan terhadap Mareku ibu kota Kerajaan Tidore yang baru dibangun. Setelah diporak-porandakan dan dirampok, pasukan kombinasi itu terhitung menyerbu benteng Spanyol yang berada didekatnya.

Di kala kapal Florida datang, para penyerbu dipukul mundur oleh armada Spanyol. Kemudian Portugis pun lari ke Ternate dan Taruwese ke Makian. Setelah mampu memukul mundur pasukan Portugis dan Ternate, armada Spanyol kemudian berlayar ke Jailolo dan disambut hangat oleh Sultan Zainal Abidin Syah.

Selanjutnya Spanyol memasang 27 orang pasukan di Jailolo atas permohonan Zainal Abidin Syah. Di th. itu terhitung (1527), Sultan Zainal Abidin meninggal dan digantikan oleh puteranya yang bernama Sultan Yusuf. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Orang-orang Spanyol yang diletakkan di Jailolo kemudian mereka mengimbuhkan senjata kepada rakyat Jailolo dan melatih mereka langkah menggunakannya, supaya rakyat kerajaan nantinya mampu diinginkan mampu menjaga diri. Selain itu Spanyol terhitung mendukung melakukan perbaikan dan memperbarui benteng Jailolo bersama dengan mengimbuhkan persenjataan artileri untuk memperkuat pertahanan dan menaikkan kebolehan bela diri terhadap berbagai problem keamanan. Penduduk lokal terhitung dilatih untuk mampu mengatasi situasi yang mengancam keselamatan mereka dan langkah untuk meloloskan diri sekiranya terjadi pengepungan yang dilakukan orang-orang Portugis terhadap mereka.

Baca Juga :

This article was written by sucx3