Resiko Pencucian Uang pada Asuransi Jiwa

Resiko Pencucian Uang pada Asuransi Jiwa

Resiko Pencucian Uang pada Asuransi Jiwa
Resiko Pencucian Uang pada Asuransi Jiwa

Usaha asuransi jiwa (life insurance)

lebih rawan dijadikan tempat pencucian uang (money laundering) dibandingkan asuransi umum atau asuransi kerugian. Premi asuransi jiwa yang bernilai besar memungkinkan seseorang memanfaatkan asuransi jiwa sebagai medium pencucian uang hasil kejahatan.

 

Indikasi adanya pencucian uang

pada usaha asuransi jiwapatut diwaspadai pada nasabah dengan uang pertanggungan besar, namun jangka waktunya sangat singkat. Hal itu tidak mungkin terjadi pada asuransi kerugian karena nilai preminya rata-rata hanya seperseribu dari nilai barang yang diasuransikan. 

 

Besarnya premi pada asuransi jiwa berjangka waktu pendek

dapat dimanfaatkan tertanggung atau pemodal untuk memasukkan uang hasil kejahatan pada mekanisme perbankan yang legal. Apalagi kalau nasabah ngotot membayar premi sekaligus meskipun jangka waktu pembayarannya sampai lima tahun, misalnya.

 

Usaha asuransi jiwa yang terdaftar pada Dewan Asuransi Indonesia

berjumlah 60 buah, dan yang aktif beroperasi sekitar 50 asuransi. Dari jumlah tersebut hanya sekitar lima asuransi yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk pencucian uang karena memiliki kemampuan penjaminan risiko yang besar.

Untuk itu, asuransi harus benar-benar menerapkan prinsip mengenal nasabah sehingga risiko dijadikan sebagai medium pencucian uang bisa diperkecil.

Sumber : https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/07/contoh-teks-eksplanasi-tentang-sampah.html

This article was written by sucx3