Bantah Sebutan Kampus Radikalisme

Bantah Sebutan Kampus Radikalisme

Bantah Sebutan Kampus Radikalisme
Bantah Sebutan Kampus Radikalisme

IPB University menggelar seminar kebangsaaan di kampusnya, kemarin

. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan membantah sebutan kampus yang dinilai sebagai Kampus Radikalisme.

Rektor IPB University, Arif Satria, mengatakan melalu kegiatan ini pihaknya ingin menyampaikan bahwa kampus IPB tidak benar terpapar paham radikalisme. Dari dulu, IPB merupakan kampus yang mengedepankan kebhinekaan Pancasila. Melalui jalur pendidikan tentu akan terus berkarya melalui inovasi-inovasi yang terus diciptakan untuk bangsa Indonesia ini.

“IPB terpapar faham radikalisme itu tidak benar, mahasiswa IPB saling

menghormati sesama suku dan budaya karena mahasiswa disini terdiri dari beberapa suku dan datang dari berbagai provinsi jadi itu tidak lah benar,” kata Arif Satria.

Sementara itu, Konduktor Orkestra ternama sekaligus Pianis, Addi M.S, menuturkan insiden kemarin salah satu dosen IPB yang terlibat aksi dugaan terorisme yang sempat membuat nama IPB tercoreng, tentu sangat merusak sejumlah prestasi capaian yang sejak dahulu telah di raih IPB. Tentu secara umum kegiatan itu diluar sepengatahuan pihak IPB.

“Saya di undang IPB sangat bangga karena Pak Rektor cepat tanggap.

Tentu dengan kegiatan seminar kebangsaan Indonesia raya ini dapat menyakinkan ke dunia luar IPB tidak seperti itu,” kata Addi.

Hadir dalam kegiatan ini Prof DR Muhammad Mahfud MD. Ia mengungkapkan, dalam seminar tersebut ujaran kebencian saling fitnah, profokasi menyebarkan berita bohong tentu itu sangat bertentangan dengan Pancasila. Tentu hal itu perlu dihindari karena dapat menyebabkan kehancuran pada bangsa Indonesia. “Karena saat ini masyarakat Indonesia sedang dihadapkan dengan kasus-kasus seperti itu, menyebarkan berita bohong lewat medsos menebarkan fitnah dan lain-lain,” kata Mahfud.

Dengan begitu, dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan medsos dengan sebaik-baiknya agar tidak terjerembab dengan hukum yang dapat menjerat. “Dan pemerintah pun jangan anti kritik, ini harus jadi evaluasi bersama agar bangsa Indonesia tidak mengalami kehancuran,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GZ78T7D

This article was written by sucx3