Rumah Kreatif Berbasis Literasi dan Kewirausahaan Karya Mahasisaa UMM

Rumah Kreatif Berbasis Literasi dan Kewirausahaan Karya Mahasisaa UMM

Rumah Kreatif Berbasis Literasi dan Kewirausahaan Karya Mahasisaa UMM
Rumah Kreatif Berbasis Literasi dan Kewirausahaan Karya Mahasisaa UMM

Kelompok Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

(KKN-PPM) 150 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi lahirnya Omah Kreatif Wagir, Kabupaten Malang.

Semboyannya, “Never Stop Reading”. Uniknya, proyek literasi berupa Rumah Baca ini juga berbasis kewirausahaan. Di antaranya bakal diadakan seminar dan penyuluhan kewirausahaan kepada kelompok ibu-ibu dan elemen masyarakat lainnya.

Seperti pengenalan tanaman obat keluarga (TOGA), sistem pengolahan sampah dan barang bekas

, sampai pelatihan membuat kopi. Rumah Baca ini juga dijadikan kedai kopi warga setempat. “Masyarakat sekitar sini banyak yang kerja di pabrik, jadi tidak banyak waktu untuk mencoba berwiraswasta. Harapannya, program penyuluhan dan seminar ini dapat memberikan alternatif pendapatan baru untuk menunjang perekonomian masyarakat,” kata kordes KKN-PPM 150 UMM, Dimas Adi Yusuf, Selasa, (25/6/2019).
Baca Juga:

Mahasiswa UMM Sulap Kampung Ini Jadi ‘Sarang Dinosaurus’
FAI UMM Pamerkan Buku Hasil Kolobarasi Penelitian Kemenag
Mahasiswa UMM Olah Bekatul Jadi Brownies Lezat
Dosen UMM Wakili Indonesia Ambil Bagian di Riset Kaliber Dunia
Danrem Baladhika Jaya Malang Hadiri Wisuda Mahasiswa UMM

Berbagai judul buku, dari mulai buku cerita, anak-anak, kewirausahaan disediakan.

Masih ada beberapa program kerja yang masih dikerjakan secara bertahap setelah peresmian rumah baca ini. “Karena itu, diharapkan masyarakat Wagir tetap antusias untuk mengikuti acara yang akan kami rangkai,” ujar Dimas.

Dengan adanya Omah Kreatif Wagir ini diharapkan masyarakat dapat antusias lagi untuk meningkatkan literasi. Proyek ini selesai digarap pada bulan Juni ini oleh Kelompok KKN PPM 150 dan Karangtaruna Wagir.

“Omah Kreatif Wagir ini sangat layak diapresiasi. Kami sangat berterima kasih. Semoga apa yang ditanam hari ini akan bermanfaat bagi kita semua. Harapan kita, karena anak jaman sekarang lebih aktif bergadget daripada membaca. Mari kita bersinergi untuk membuat masyarakat menjadi aktif membaca,” tandas Santoko, pemilik kedai Kopi Belik-Rumah Baca.

 

Baca Juga :

This article was written by sucx3