Tulisan (SoftSkill)

Table of Contents

Tulisan (SoftSkill)

Tulisan (SoftSkill)
Tulisan (SoftSkill)

Berbicara mengenai kuliner khas Betawi  yang tentunya makanan yang dari asal saya saya di lahirkan yaitu daerah Betawi tentunya hhee. Sebagai warga betawi tentu tidak akan terlewat dengan sebuah makanan tradisional betawi yang  diberi nama kerak telor. Makanan yang mungkin namanya diambil dari rupanya yang sedikit gosong ini konon sudah ada ketika Jakarta masih bernama Batavia. Waktu itu di Batavia masih banyak ditumbuhi pohon kelapa yang sebagian dimanfaatkan oleh penduduk untuk berbagai macam keperluan. Salah satu diantaranya adalah dengan memarut daging buahnya lalu mencampurnya dengan ketan, telur ayam dan beberapa bumbu masakan kemudian dimasak sedemikian rupa sehingga penganan yang disebut kerak telor.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, makanan yang dahulu selalu disajikan pada saat ada hajatan besar orang Betawi ini mulai terpinggirkan oleh makanan cepat saji ala barat dan makanan yang berasal dari daerah lain. Kerak telor di daerah Jakarta hanya dapat dijumpai di beberapa tempat saja, seperti: obyek wisata Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta selatan; Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat; Pekan Raya Jakarta yang selalu hadir dalam perayaan hari ulang tahun kota Jakarta selalu menjadi dambaan bagi orang betawi yang untuk bernostalgia dengan makanan dari khas nya warga betawi ini  selain itu juga ada di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat; dan beberapa tempat lainnya di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan daerah sekitar perbatasan Jakarta dan Bogor (Citayam, Bojong).

Ironisnya lagi, pembuat kerak telor pun sudah tidak didominasi oleh orang Betawi asli, melainkan orang Sunda yang berasal dari daerah Bogor, Garut, dan Bandung. Hal ini terlihat ketika ada Pekan Raya Jakarta atau yang kini berganti nama menjadi Jakarta Fair Kemayoran yang diselenggarakan satu tahun sekali. Dari ratusan penjual kerak telor yang ada di tempat itu mayoritasnya adalah orang Sunda, sedangkan orang Betawi asli hanya berjumlah puluhan saja. Faktor utama penyebabnya adalah keengganan generasi muda Betawi untuk belajar atau mewarisi keahlian membuat kerak telor dari generasi pendahulunya.

Ayo bagi para generasi muda khusunye warga betawi ni , jangan pernah melupakan masakan daerah sendiri , coba deh buka usaha atau apa yang bisa membuat kerak telor yang enak ini kembali disukai masyarakat khususnye warga betawi dengan berbagai varian yang sedikit berbeda untuk meningkatkan daya jual yang tinggi ..

Baca Juga :

This article was written by sucx3